Rabu, 01 Mei 2024

Bagian 1 "Dia yang Tak Pernah Pudar"

Sore itu, hujan datang mengguyur Purwokerto yang panas. Aku yang sedang hanyut dengan bacaanku, tentunya tak mau melewatkan suasana sore kala itu. Entah datang dari mana, sosok itu tiba-tiba ada di depanku. Duduk di kursi kosong dan menyapaku. Senyum manisnya mampu mengalihkan atensiku saat itu. Sekelibat ingatan tentangnya masuk tanpa izin memenuhi pikiranku. Hati yang sudah lama kosong pun kembali berdesir karenanya. Aku diam cukup lama untuk menangkap situasi yang sedang aku alami. Aku tak mampu mengeluarkan sepatah katapun hanya untuk membalas sapaannya. Aku tak mengira jika kita akan dipertemukan lagi setelah sekian lama. Dia yang telah berhasil membuatku membuka hati. Dia pula yang berhasil membuatku patah hati. Aku sudah berkali-kali meminta kepada Tuhan agar aku bisa melupakan sosoknya, tetapi itu semua sia-sia. Ternyata Tuhan tidak mengizinkanku untuk menutup hati. Tuhan tidak mengizinkanku untuk mengubur kenanganku bersamanya. Tepat sore itu, perasaanku untuknya pun kembali muncul kepermukaan. Takdir macam apakah yang sedang aku jalani sekarang, Tuhan??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagian 1 "Dia yang Tak Pernah Pudar"