Rabu, 01 Mei 2024

Bagian 1 "Dia yang Tak Pernah Pudar"

Sore itu, hujan datang mengguyur Purwokerto yang panas. Aku yang sedang hanyut dengan bacaanku, tentunya tak mau melewatkan suasana sore kala itu. Entah datang dari mana, sosok itu tiba-tiba ada di depanku. Duduk di kursi kosong dan menyapaku. Senyum manisnya mampu mengalihkan atensiku saat itu. Sekelibat ingatan tentangnya masuk tanpa izin memenuhi pikiranku. Hati yang sudah lama kosong pun kembali berdesir karenanya. Aku diam cukup lama untuk menangkap situasi yang sedang aku alami. Aku tak mampu mengeluarkan sepatah katapun hanya untuk membalas sapaannya. Aku tak mengira jika kita akan dipertemukan lagi setelah sekian lama. Dia yang telah berhasil membuatku membuka hati. Dia pula yang berhasil membuatku patah hati. Aku sudah berkali-kali meminta kepada Tuhan agar aku bisa melupakan sosoknya, tetapi itu semua sia-sia. Ternyata Tuhan tidak mengizinkanku untuk menutup hati. Tuhan tidak mengizinkanku untuk mengubur kenanganku bersamanya. Tepat sore itu, perasaanku untuknya pun kembali muncul kepermukaan. Takdir macam apakah yang sedang aku jalani sekarang, Tuhan??

Jumat, 29 Desember 2023

Aku Si Sulung

 Aku Si Sulung

Karya: Nina Indriyani


Dari kejauhan matanya memang terlihat bersinar

Tawanya yang cukup manis mampu menghipnotis si kecil

Pundak kokohnya pun selalu dicari oleh si kecil

Hatinya yang keras sangat sulit untuk dicairkan

Tetapi bukan berarti ia tak memiliki perasaan

Hanya saja ia tak pandai untuk mengutarakannya

Ketika hujan datang, ia kerap menjadi payung untuk si kecil meneduh

Ketika hujan akan reda, ia selalu bersiap lebih awal untuk menjadi pelangi

Namun sayang, luka yang ia dapatkan ia buang di lorong yang gelap

Seolah-olah si kecil haram untuk mengetahuinya

“Kau tak perlu tahu lukaku manis, kau hanya perlu melihat dan mendengar tawaku,” katanya

Kamis, 28 Desember 2023

Malam Minggu Yang Berdarah

 Malam Minggu Yang Berdarah

Karya: Nina Indriyani


Cakrawala yang menjadi saksi

Bantala yang menjadi sandaran

Segara yang menjadi pelukan

Malam ini telah lenyap

Lenyap tanpa jejak

Sekumpulan anjing telah merenggutnya

Merenggut tanpa belas kasih

Menumpahkan warna merah di malam yang syahdu

Membawa mala petaka bagi sekumpulan masa

Sepasang kekasih yang sedang memadu kasih turut terkena imbasnya

Pasangannya yang berdarah, membuatnya lembur dalam dekapnya

Harapan indah yang telah dibisukan, kini telah musnah

Musnah tanpa jejak


Bagian 1 "Dia yang Tak Pernah Pudar"