Sore itu, hujan datang mengguyur Purwokerto yang panas. Aku yang sedang hanyut dengan bacaanku, tentunya tak mau melewatkan suasana sore kala itu. Entah datang dari mana, sosok itu tiba-tiba ada di depanku. Duduk di kursi kosong dan menyapaku. Senyum manisnya mampu mengalihkan atensiku saat itu. Sekelibat ingatan tentangnya masuk tanpa izin memenuhi pikiranku. Hati yang sudah lama kosong pun kembali berdesir karenanya. Aku diam cukup lama untuk menangkap situasi yang sedang aku alami. Aku tak mampu mengeluarkan sepatah katapun hanya untuk membalas sapaannya. Aku tak mengira jika kita akan dipertemukan lagi setelah sekian lama. Dia yang telah berhasil membuatku membuka hati. Dia pula yang berhasil membuatku patah hati. Aku sudah berkali-kali meminta kepada Tuhan agar aku bisa melupakan sosoknya, tetapi itu semua sia-sia. Ternyata Tuhan tidak mengizinkanku untuk menutup hati. Tuhan tidak mengizinkanku untuk mengubur kenanganku bersamanya. Tepat sore itu, perasaanku untuknya pun kembali muncul kepermukaan. Takdir macam apakah yang sedang aku jalani sekarang, Tuhan??
Nina Indriyani
aku suka semua hal yang membuatku nyaman dan aman
Rabu, 01 Mei 2024
Jumat, 29 Desember 2023
Aku Si Sulung
Aku Si Sulung
Karya: Nina Indriyani
Dari
kejauhan matanya memang terlihat bersinar
Tawanya
yang cukup manis mampu menghipnotis si kecil
Pundak kokohnya pun selalu dicari oleh si kecil
Hatinya
yang keras sangat sulit untuk dicairkan
Tetapi bukan berarti ia tak memiliki perasaan
Hanya
saja ia tak pandai untuk mengutarakannya
Ketika
hujan datang, ia kerap menjadi payung untuk si kecil meneduh
Ketika
hujan akan reda, ia selalu bersiap lebih awal untuk menjadi pelangi
Namun
sayang, luka yang ia dapatkan ia buang di lorong yang gelap
Seolah-olah
si kecil haram untuk mengetahuinya
“Kau
tak perlu tahu lukaku manis, kau hanya perlu melihat dan mendengar tawaku,”
katanya
Kamis, 28 Desember 2023
Malam Minggu Yang Berdarah
Malam Minggu Yang Berdarah
Karya: Nina Indriyani
Cakrawala yang menjadi saksi
Bantala yang menjadi sandaran
Segara yang menjadi pelukan
Malam ini telah lenyap
Lenyap tanpa jejak
Sekumpulan anjing telah merenggutnya
Merenggut tanpa belas kasih
Menumpahkan warna merah di malam yang syahdu
Membawa mala petaka bagi sekumpulan masa
Sepasang kekasih yang sedang memadu kasih turut terkena imbasnya
Pasangannya yang berdarah, membuatnya lembur dalam dekapnya
Harapan indah yang telah dibisukan, kini telah musnah
Musnah tanpa jejak