Aku Si Sulung
Karya: Nina Indriyani
Dari
kejauhan matanya memang terlihat bersinar
Tawanya
yang cukup manis mampu menghipnotis si kecil
Pundak kokohnya pun selalu dicari oleh si kecil
Hatinya
yang keras sangat sulit untuk dicairkan
Tetapi bukan berarti ia tak memiliki perasaan
Hanya
saja ia tak pandai untuk mengutarakannya
Ketika
hujan datang, ia kerap menjadi payung untuk si kecil meneduh
Ketika
hujan akan reda, ia selalu bersiap lebih awal untuk menjadi pelangi
Namun
sayang, luka yang ia dapatkan ia buang di lorong yang gelap
Seolah-olah
si kecil haram untuk mengetahuinya
“Kau
tak perlu tahu lukaku manis, kau hanya perlu melihat dan mendengar tawaku,”
katanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar